'WELCOME TO MY LIFE'

Herzlich Willkommen

"Life isn't about being old or having more problem. It's about growing to see this life from a better view coz GOD bless you more"

So...Enjoy your LIFE...


I choose to have faith, because without that I have nothing. It's the only thing that's keeping me going.

ΩMega Ticket

Search Me Here!

ΩMega Ticket

Showing posts with label Competition (Want To Be A Winner). Show all posts
Showing posts with label Competition (Want To Be A Winner). Show all posts

Thursday, April 30, 2015

Wanita Terbaik

Jakarta, 1997
Dia baru saja tamat SMU dan melanjutkan kuliah kedokteran tahun pertama, setahun kemudian tiba berita itu....

What? Kanker rahim?

Jantung seakan berhenti berdetak sewaktu dia divonis kanker rahim. Wanita dan kanker rahim, sesuatu yang menakutkan! Tak ada pilihan lain saat itu, operasi dan kemoterapi, dia harus cuti kuliah. Perubahan - perubahan itu mulai nampak, rambut lurus sepinggang tinggal cepak pendek, kulit kuning langsat bersih menjadi pucat gelap, wajah cerah berbinar tampak lusuh capai menahan sakit tapi dia tidak menyerah, dukungan keluarga membuatnya kuat dan tentu saja Tuhan yang dia percaya selalu memberinya pengharapan. Selesai kemoterapi dia kembali melanjutkan kuliah dan harus tetap melakukan kontrol kesehatan.

Jakarta, 2002
Kanker itu kembali, sudah terlanjur menyebar, kalau sebelumnya rahim sebelah kiri, kali ini rahim sebelah kanan. Dia seakan tak sanggup lagi, ingin menyerah tapi dukungan keluarga membuatnya kuat. Operasi dan kemoterapi lagi, rahim itu diangkat. Pendidikan koas/ko-as/ko-asisten atau dokter muda harus tertunda. Dia sudah seperti hampir mati, tubuhnya tinggal kulit dan tulang belulang. Tapi dia bertahan hidup!

Jakarta, 2005
Dia berhasil menyelesaikan kuliah kedokterannya dan resmi menjadi dokter umum, kemudian kembali ke kampung halamannya, Sumba, mengabdi bagi masyarakat setempat. Setiap kali ke Jakarta, dia harus melakukan kontrol kesehatan. 

Kini dia dinyatakan bersih dari kanker, what an amazing and wonderful life! 

Sekarang dia menjadi tulang punggung keluarga, selalu menjadi penolong dan penghibur di saat hidup seakan tak adil, teladan bagi adik-adik dan kebanggaan keluarga. Keinginannya melanjutkan pendidikan ke jenjang spesialis masih ada, hanya menunggu waktu, semoga pemerintah daerah tempatnya mengabdi membuka mata dan hati bahwa mereka perlu dokter spesialis putra-putri daerah yang bisa mengabdi bagi daerah tersebut.

Terima kasih Tuhan untuk wanita terbaik yang Engkau berikan, kiranya terangnya bersinar terus, menjadi berkat bagi sesamanya.

Wanita itu adalah dr. J S L Manna, wanita itu adalah kakak saya, saya bangga menjadi adiknya, dialah wanita citra cantik Indonesia.
Sang dokter dengan perangkat traditional 'Maraga' dan 'Mamuli'

*Dortmund, Germany, 30 April 2015, tulisan ini diikutsertakan dalam blog competition #CitraCantikIndonesia
*Link di Kompasianahttp://sosok.kompasiana.com/2015/04/30/wanita-terbaik-715282.html

Friday, May 4, 2012

Bahan Bakar Urin (BBU) Dari Negeri Van Oranje


Apa yang ada di pikiran anda saat berbicara tentang Air Kencing alias Urin alias Air Seni? *Kenapa juga ya disebut Air Seni? Ada yang tahu asal usulnya? Kasih tahu saya ya :)* Urin itu jorok, bau pesing, kotor? Eittsss tunggu dulu….ini ada satu inovasi baru dari negeri kincir angin a.k.a Belanda terkait dengan urin manusia. Para ilmuwan di negeri Oranje dari Universitas Teknologi Delft dan lembaga penelitian DHV mengolah urin sebagai energi alternatif pengganti BBM alias Bahan Bakar Minyak bukan Blackberry Messenger yach :D, dan mereka telah berhasil mendaftarkan hak paten temuan ini, can you believe it? What an innovation!!! Belanda memang dikenal sebagai salah satu negara yang kreatif dan inovatif, banyak ide – ide baru yang dilahirkan dan terbukti telah melahirkan peraih Nobel, filsuf, seniman serta ilmuwan tangguh. Hal inilah yang memotivasi saya suatu saat nanti ingin dapat menimba ilmu di negeri bunga tulip ini.

Lalu bagaimana dengan negara kita tercinta? Masih ingatkan beberapa minggu terakhir ini merupakan periode panas dalam dunia perpolitikan dan perekonomian Indonesia? Yup, isu kenaikan harga BBM bersubsidi mewarnai sebagian besar pemberitaan di Indonesia, terjadi aksi demonstrasi di berbagai pelosok negeri yang bahkan berujung pada aksi anarkis menolak rencana pemerintah ini. Memang isu kenaikan harga BBM merupakan isu yang sensitif dan dilematis sekali di negeri ini, mengingat masih banyaknya rakyat miskin yang harus diperjuangkan kesejahteraannya. Tidak percaya? Mari berkunjung ke salah satu kabupaten di provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), saya siap menemani anda mengelilinginya :), kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) tercatat sebagai salah satu kabupaten yang paling miskin di NTT bahkan mungkin di Indonesia, akses terhadap air bersih, pendidikan, kesehatan, listrik sangat minim sekali. Ironic? Sementara menurut Thijs Westerbeek, seorang jurnalis Radio Netherlands, Bahan Bakar Urin (sebut saja BBU) memasok energi setara 110 ribu Megawatt di 30 ribu rumah atau seluas satu kota kecil. Hah? Serius? Kalau ini terjadi dan diterapkan di Indonesia, saya percaya pemerintah kabupaten SBD, tempat saya bekerja ini dapat merealisasikan salah satu agenda pembangunannya dengan cepat yaitu mewujudkan “Desa Bercahaya” dan turut mempercepat pencapaian Millenium Development Goals (MDGs). Heh? Bingung apa itu MDGs? :) Mari kita lihat sejenak apa itu MDGs….Pada September 2000 dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Milenium Perserikatan Bangsa – Bangsa (PBB) sebanyak 189 negara anggota PBB sepakat untuk mengadopsi Deklarasi Milenium yang kemudian dikenal dengan Tujuan Pembangunan Milenium (Millenium Development Goals/MDGs), dan inilah ke delapan MDGs itu :

MDG 1 : Menanggulangi Kemiskinan dan Kelaparan
MDG 2 : Mencapai Pendidikan Dasar Untuk Semua
MDG 3 : Mendorong Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Perempuan
MDG 4 : Menurunkan Angka Kematian Anak
MDG 5 : Meningkatkan Kesehatan Ibu
MDG 6 : Memerangi HIV/AIDS, Malaria dan Penyakit Menular Lainnya
MDG 7 : Memastikan Kelestarian Lingkungan Hidup
MDG 8 : Membangun Kemitraan Global Untuk Pembangunan
Gambar diambil dari MDGs Newsletter

Saya optimis jika teknologi BBU digunakan, bukan hanya SBD saja yang dapat memerangi kemiskinan, tapi juga seluruh pelosok tanah air. Bagaimana tidak, bayangkan saja jumlah penduduk Indonesia yang berjubel ini, lebih dari 250 juta jiwa, bayangkan juga produksi urinnya :), sounds good? Mari belajar dari Belanda, kawan!!!

*Tulisan ini diikutsertakan dalam #Kompetiblog2012*

Wednesday, May 11, 2011

Do It, Anyway!

There’s a true story in my hometown, it just happen recently, about an old man, he is a farmer. Nowadays is a harvest time, farmers are about to collect rice from their field, the same goes with the old man. So he came down to his field, after crop his rice, he was going to put the rice into the sack, it should be about 50 sacks of rice then the big rain came causing flood and the flood take everything he had until nothing left, so all his harvest was gone. Can you imagine? After what he had done for couple months, he loses everything in one second. He was in deeply sorrow and confines himself in his room. When I heard this story, I was feeling sad too. I can only pray and hopes he can move on from his sorrow and never give up to do his job.

This story remind me a song called ‘Anyway’ sang by Martina McBride but I love the version of Kristy Lee Cook while she was performance in American Idol, it was the first time I heard the song and it’s touching me. “You can spend your whole life building something from nothing, One storm can come and blow it all away, Build it anyway. You can chase a dream that seems so out of reach and you know it might not ever come your way, Dream it anyway. God is great, but sometimes life ain't good and when I pray it doesn't always turn out like I think it should, but I do it anyway, I do it anyway. This world's gone crazy and it's hard to believe that tomorrow will be better than today, Believe it anyway. You can love someone with all your heart, for all the right reasons and in a moment they can choose to walk away, Love 'em anyway. You can pour your soul out singing a song you believe in that tomorrow they'll forget you ever sang, Sing it anyway. I sing, I dream, I love, Anyway

Same way when I read about Kompetiblog 2011 in twitter, it is the third time I register to this competition, no matter win or not, I do it anyway, I just want to write, I write anyway ☺

Kompetiblog’s theme this year is "Belanda Masuk Dalam 10 Negara Terbaik Di Dunia Dalam Berbagai Macam Hal, Apa Pendapatmu?" hmmmm I was wondering, how Holland builds their education system until they get a good international reputation. For a small country like Holland, internationalization has always been important. Holland has been known as a trading nation for many centuries. Many large international companies such as Philips, Shell, Unilever, and Heineken originate from the Netherlands. It is common knowledge that internationalization is tremendous importance to science, technology and business. Increasing number of scientists and engineers are collaborating on a global scale whilst industry continues to thrive on the basis on international trade and alliances. So I believe that it not easy for Holland to become 10 countries of the world’s best in education, I am pretty sure that they build the education system with hard work that’s why many people from around the world interesting to get their degree in Holland, so do I. That’s why I finally decided to become a civil servant in my hometown, leaving all my comfort zone in Jakarta to chasing my dream which is to get the scholarship for my master degree in Holland, well it is my dream and I hope the dream come true. I will fight for it. Just DREAM and have a little FAITH!

* Tulisan ini diikutsertakan dalam Kompetiblog2011 (dalam versi editan/pendek)

Friday, April 30, 2010

Schipol : Dutch's First Impressions

 
Simple note : (30 April 2010) Akhirnya selesai juga tulisan ini, setelah lama tertunda karena kesibukan, dll (halah...sok sibuk banget ). Tulisan ini diikutsertakan dalam Kompetiblog 2010 dengan tema “Dutch innovation, in my opinion





Rabu, 31 Maret 2010

Perjalananku kali ini dimulai dari Jakarta menuju Swiss karena aku dikirim oleh perusahaanku tempat bekerja untuk menghadiri pameran security sekaligus mengikuti training teknikal selama 2 minggu, I am so exciting, atas ijin bossman aku dapat cuti tambahan 1 minggu, 3 minggu aku akan berada di Eropa, oh my godness! jadi bisa sekalian mengunjungi teman yang saat ini lagi studi di Deflt and Leiden , yayyyyy life is so wonderful. Setelah berbagai persiapan dilakukan akhirnya berangkatlah aku ke Swiss. Pertama kali menginjakan kaki di salah satu negara Eropa ini membuatku takjub, kotanya sangat tertata rapi dengan bangunan-bangunan nan megah, bersih dan indah untuk dipandang. Singkat cerita hari – hari ku di Swiss dihabiskan dengan mengikuti berbagai ceramah alias training teknikal dan benar – benar membuatku kelelahan untunglah saat weekend tim trainer mengajak semua peserta training dari beberapa negara tersebut mengadakan city tour dan tentu saja mengunjungi jajaran pegunungan Alpen yang sudah kesohor ke pelosok dunia.

Indahnya formasi pegunungan Jungfrau bersama Eiger dan Mönch di Alpen Swiss ini membuat para peserta training sedikit melupakan materi training yang membuat otak keriting , yang terlintas di pikiran hanya ungkapan syukur tiada terkira atas karya agung sang Pencipta. Tanpa terasa 2 minggu sudah aku berada di Swiss, kini perjalanan harus aku lanjutkan ke Negeri Van Orange, negerinya Edwin Van der Sar , kiper dari tim kesayanganku. Berbekal buku Negeri Van Orange yang kubeli Juli 2009 lalu dan seri Naked Traveler, serta teman yang sudah menjemput di Schipol....Holland, I’m coming……….

Sudah terbayang di pikiranku saat akan mengunjungi negara kincir angin ini menyaksikan secara langsung berbagai inovasi yang mereka kembangkan sehingga dikenal di dunia internasional, tentu saja inovasi di bidang arsitektur yang dapat membangun daratan di atas air sehingga ditiru oleh negara – negara di dunia termasuk negara ku tercinta, Indonesia. Seperti Indonesia, Belanda adalah ‘negeri air’ karena wilayahnya berada di muara beberapa sungai besar yang mengalir dari pedalaman benua Eropa. Kanal - kanal bersilang-siur, sebuah jalan air yang khas Belanda. Walau di beberapa tempat di Belanda air lebih tinggi dari daratan, tapi karena manajemen dan teknologi pengelolaan air bagus sekali, hal itu tidak menimbukan malapetaka kepada masyarakatnya (hmmmm, kapan yach Jakarta dan kota - kota lain bebas banjir  ).

Namun semua bayangan itu sirna saat pertama kali menginjakkan kaki di Schipol Internasional Airport , selama ini aku pikir Belanda hanya dikenal karena arsitekturnya yang mumpuni, sistem arsip yang bagus, dll namun cukup dengan Schipol saja sudah membuatku takjub . Sejenak angan ku melayang ke tanah air, Bandara Internasional Soekarno - Hatta yang dikelola oleh APS (Angkasa Pura Schipol), yach memang nama Schipol di belakang tersebut merupakan kerja sama antara Schipol dan Angkasa Pura. PT (Persero) Angkasa Pura II dan Group Schiphol mengadakan kerjasama pada tahun 1996 melalui pembentukan suatu perusahaan gabungan yaitu PT. Angkasa Pura Schiphol (APS) dengan pembagian saham 50/50, yang sudah disetujui dengan keputusan menteri tertanggal 8 April 1998. Pada tahun 2002, Grup Schiphol dan PT (Persero) Angkasa Pura II menandatangani persetujuan lebih lanjut untuk memperluas ruang lingkup usaha APS “… untuk meningkatkan kerjasama strategis mereka, khususnya untuk mengembangkan Bandara Internasional Soekarno - Hatta sebagai Kota Bandara kelas dunia...”. Sistem Automatic Border Passage secara khusus disebut sebagai unsur mendasar dari kerjasama strategis tersebut. Semoga teknologi airport yang ada di Schipol bisa diterapkan dengan baik di Soekarno - Hatta, kalau ga bisa sama, at least mirip . Group Schiphol memang terkenal dengan pengembangan Kota Bandaranya (AirportCity) yang memadukan arus pengangkutan (udara) dengan fasilitas yang berorientasi pada konsumen dan pengembangan real estate. Dengan cara ini, selain dapat meningkatkan lalu lintas jumlah pengunjung juga dapat meningkatkan pendapatan yang bersumber pada sisi non penerbangan. Di bandara Schiphol, program pelayanan bandara yang bernama "Privium" telah diperkenalkan dengan sukses, merupakan program bandara eksklusif yang dirancang khusus untuk meningkatkan kenyamanan penumpang, dengan banyak hak istimewa. Di Soekarno - Hatta, dikenal dengan Shapire, anggota Saphire memiliki akses ke Automatic Border Passage yang memungkinkan mereka untuk melewati imigrasi dengan cepat, baik pada saat keberangkatan dan kedatangan. Melewati imigrasi, menggunakan perlatan canggih scan iris mata, hanya akan memakan waktu 10 detik. Tidak ada kartu imigrasi untukdi isi/tulis dan tidak ada stempel paspor. Well, time is money, isn't?

"Holly Molly..." aku berteriak sekencang - kencangnya saat pundakku ditepuk oleh Arlyn yang menjemputku di Schipol, temanku yang kuliah di Leiden, "Gile loe, ngagetin orang aja"
"Lagian loe bengong di tengah kerumunan orang" sahut Arlyn sambil cipika cipiki.
"Gw masih takjub dengan Schipol, hehehe, kapan yach bandara - bandara di kampung kita kayak gini?
"Kapan - kapan! Ayo, kita ke tempatku dulu, nyimpan bawaan loe, terus kita muter - muter ga jelas" canda Arlyn, "Gile loe 2 minggu di Swiss, bawaan udah seabrek aja"
"Itu sisa - sisa pameran dan training, udah ga usah comment banyak, Let's go, ga sabar gw lihat negara tulip ini"

Kami kemudian menuju tempat Arlyn di Leiden. Lagi - lagi singkat cerita (Aku tidak pandai bercerita seperti Louis Couperus , Alfred Birney , atau Fantastic 4 di Aagaban , 'www.ngeles.com') , inilah tempat - tempat kunjunganku selama 1 minggu di Belanda:
* Leiden

* Delft

* Utrecht






Lihatkan foto - fotonya? yach inilah ciri khas Belanda banget yang banyak dengan kanal - kanalnya dan kincir angin. So, kalau Belanda bisa memajukan industri transportasi, pertanian, dll, Indonesia juga pasti bisa kan? 

Kamis, 1 April 2010
Tok...tok..tok..(bunyi pintu kamarku diketuk) membuatku bangun dari mimpi.
"Loe ga ngantor?" tanya Chika dibalik pintu
Astaga jam berapa ini? aku bisa telat ke kantor nich......HAH??? Jadi nginjakin kaki di Eropa tadi cuma mimpi? huffffffffffffff
It's OK, semua berawal dari impian, tinggal berusaha supaya benar - benar menginjakan kaki di benua biru. Now get up, You've to go for work!

Ref:
  1. http://www.saphire.co.id/about_ind.htm
  2. http://aps.co.id/product.html#
  3. http://www.holland.com/global/
  4. http://niadilova.blogdetik.com/category/cerita-ringan-dari-belanda/
  5. http://www.airport-technology.com/
  6. http://www.rnw.nl/english/node/100

Friday, December 11, 2009

Majukah Teknologi Negeriku?

Pertama kali tahu ada Microsoft Bloggership 2010 ini dari website Pesta Blogger saya agak suprise karena ternyata event ini sudah pernah diadakan sebelumnya di tahun 2008 dan menobatkan Anandita Puspitasari sebagai pemenang untuk tahun 2009, what a lucky girl. Bagaimana mungkin saya bisa ketinggalan event ini??!!

Ketika saya membaca tema dari kompetisi ini yaitu mengangkat isu bagaimana para pendidik dan institusi pendidikan dapat memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk menyampaikan materi pelajaran secara lebih hidup dan kreatif, hal ini sudah tidak asing lagi bagi saya karena beberapa dosen saya semasa saya kuliah dulu, sekarang ini sudah memiliki Facebook yang awalnya mungkin hanya untuk keep contact dengan relasi mereka tapi mungkin sekarang sudah digunakan sebagai sarana komunikasi antara dosen dan mahasiswa, bahkan ada beberapa diantara mereka yang memanfaatkan fasilitas blog untuk menyampaikan materi kuliah atau berbagi informasi lainnya, contohnya blog milik Jimmy Hasugian, tenaga pendidik yang saya kenal, ada juga beberapa blog dari tenaga pendidik yang saya temukan di internet misalnya Setio Pramono dan Romi Satria Wahono, dan masih banyak lagi yang lain. Saya pikir jika tenaga-tenaga pendidik atau institusi pendidikan menggunakan media internet sebagai sarana untuk mengajar atau mendidik tentu menjadi hal yang sangat bermanfaat bagi kemajuan pendidikan di Indonesia, pelajar akan sangat mudah memperoleh informasi berkaitan dengan keperluan mereka. Yang perlu kita sadari adalah tidak semua tenaga pendidik atau institusi pendidikan melek akan teknologi informasi dan komunikasi sehingga mungkin yang perlu dilakukan adalah bagaimana supaya tenaga-tenaga pendidik tersebut bisa memperoleh informasi untuk menggunakan internet dengan tepat dan benar agar mereka bisa memaksimalkan teknologi ini untuk kemajuan pendidikan di Indonesia.

Saat ini mungkin ketergantungan kita akan teknologi informasi dan komunikasi sudah 'mendarah daging' hingga sesaat saja tidak online entah itu cek email, cari berita, dll, rasanya adanya yang hilang...pernah suatu hari saya berkata “wah hari ini belum online Kompas, ada berita apa yach??” kemudian teman saya berkata “wah gaya loe, baru juga nggak baca kompas hari ini sudah kayak anak ayam kehilangan kehilangan induk” hehehe tapi itulah realita yang ada sekarang dan tentunya bukan saya saja yang mengalaminya. Betul nggak? Di kota-kota besar mungkin realita ini lah yang sering kita hadapi, bagaimana kemajuan teknologi informasi dan komunikasi begitu mempengaruhi kehidupan kita sehari-hari karena didukung oleh berbagai fasilitas yang memadai namun bagaimana dengan kota – kota lainnya di Indonesia?

Mari sejenak kita menuju daerah Indonesia di bagian timur, tentu miris karena bagaimana mungkin tenaga pendidik atau institusi pendidikan dapat memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi jika tidak ada fasilitas yang mendukung, internet merupakan hal yang masih asing buat mereka. Lihat saja berbagai provider komunikasi yang memiliki jaringan internet seperti Telkomsel, Indosat, Smart, dll, saat ini area jangkauan mereka baru mencapai Jawa, Sumatra, Bali, Sulawesi, Kalimantan lalu bagaimana daerah-daerah di bagian timur Indonesia seperti Nusa Tenggara Timur, Ambon, Papua?

Sebagai anak yang tumbuh di daerah timur Indonesia, saya merasakan betul bagaimana adanya kesenjangan akan teknologi informasi dan komunikasi, saya ingat Januari 2009 lalu ketika saya berlibur di kampung halaman saya, ketika saya memerlukan koneksi internet untuk aktifitas saya seperti biasanya saya di kantor untuk mengirimkan informasi penting kepada beberapa klien kantor, hal ini tidak bisa saya lakukan dengan segera, jangankan memperoleh koneksi internet, saya harus berhadapan dulu dengan masalah gangguan listrik yang kata keluarga saya, sudah biasa karena PLN selalu menjatah jadwal pemadaman bergilir, kemudian ketika listrik sudah normal kembali, saya dihadapkan dengan problem koneksi internet yang hanya bisa menggunakan TelkomNet Instan yang kecepatan sungguh menyedihkan kemudian diperparah dengan putus-nyambungnya koneksi internet justru pada saat-saat 'genting', arghhhhhhhhhhhhhh life’s suck without internet…anda dapat membayangkan kesulitan yang saya hadapi……Saya kemudian mulai survey keliling kampung halaman saya tersebut, untuk melihat apakah ada warnet bahkan mendatangi kantor Telkom yang ada di sana untuk melihat apakah ada Speedy dan ternyata memang tidak ada Speedy, hanya ada TelkomNet Instan, yang kecepatannya ya ampyuuuuiiiiiiiiinnnnnnnnnn ……tapi apa mau dikata inilah realita yang saya hadapi di kampung halaman saya, bahkan hingga hari ini, keluarga saya masih mengalami kesulitan saat membutuhkan koneksi internet. Saya juga ingat ketika saya ditugaskan ke daerah Papua, hmmm bagaimana susahnya memperoleh koneksi internet, begitu pula laporan klien kami di Papua setiap kali saya mengirimkan data dari Jakarta ke mereka, selalu lambat jika download dan mereka selalu bilang "maklum saja mbak, koneksi internet di sini sangat jelek". Lalu inikah yang kita namakan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi? Jadi bagaimana mungkin tenaga pendidik dan institusi pendidikan di daerah bagian timur Indonesia bisa memanfaatkan fasilitas internet jika tidak didukung dengan infrastuktur yang memadai, jangankan memakai internet, bagaimana mungkin mereka bisa fasih dengan internet jika menggunakan komputer saja masih awam? Sudah saatnya pemerintah mulai memperhatikan pembangunan di daerah timur sehingga pemerataan pembangunan juga dapat dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia. Mungkin sebagian besar rakyat di bagian timur Indonesia masih bertanya-tanya apa itu internet, apa itu teknologi komunikasi/informasi, namun perlu kita ketahui walau tanpa teknologi, walau tanpa internet, satu hal yang tak pernah mati di daerah timur Indonesia adalah impian putera-puteri daerah sana untuk menimba ilmu setinggi-tingginya, hingga suatu saat nanti mereka percaya bahwa mereka bisa memajukan daerah mereka dengan baik. Jadi, jangan menyerah teman-teman!

*Gambar diambil dari:

Friday, October 9, 2009

UK? Mauuuuuuuuuuuuu...............

United Kingdom...Inggris...Britania Raya...atau apa pun sebutan bagi negeri ini, siapa coba yang tidak mau mengunjungi negerinya Pengeran William ini? Kalau saya yang ditanya sudah pasti jawabannya "Absolutely YES!", apalagi kalau kesananya gratis (ngarep.com) hehehe karena mengunjungi negeri ini sudah pasti memerlukan biaya yang tidak sedikit, kurs mata uang mereka yang menggunakan Poundsterling dengan kurs uang termahal di dunia...wowwwwwwww...bagi orang seperti saya butuh waktu berapa lama yach buat nabung agar bisa ke sana??? tapi saya tidak pernah berhenti berharap dan berusaha bahwa suatu saat nanti saya pasti mengunjungi negeri ini...Amiennnnnn....[-O<

Kenapa saya sangat berhasrat ingin mengunjungi UK? Well...UK tidak hanya dikenal karena sistem pemerintahannya yang bersifat Kerajaan dengan beberapa negara persemakmurannya tapi ada banyak hal yang menarik wisatawan atau pelajar memilih UK sebagai negara yang patut dikunjungi. Universitas-universitas dengan sistem pendidikannya yang sudah mendunia, pasti jadi incaran para pencari ilmu seperti University of Oxford, University of Cambridge, dll yang melahirkan ilmuwan-ilmuwan terkemuka seperti Isaac Newton, Charles Darwin, Michael Faraday, James Clerk Maxwell, Alexander Graham Bell, Alexander Fleming dan masih banyak lagi. Kalau anda dulu atau sekarang anak sekolahan pasti tidak asing kan dengan nama-nama itu? hehehe. Ada satu universitas yang menjadi tujuan utama saya jika mengambil studi lanjut di UK yaitu University of Manchester, tahu kenapa? karena universitas ini menawarkan program master (S2) yang ingin saya geluti dan karena saya ingin menjalani studi sambil menikmati pertandingan sepak bola klub favorit saya Manchester United di Theater of Dreams alias Old Trafford, saya ingin merasakan bagaimana euforianya berada di salah satu stadion termegah di dunia ini. Aneh? Cewek kok suka nonton bola? Well...kegemaran akan sesuatu tidak berdasarkan gender bukan? lagipula ini sudah jaman emansipasi jadi hobby juga ikut bervariasi, so I don't care what people saying about my hobby hehehe. Kecintaan akan MU, rasanya seperti jatuh cinta pada seseorang, Love is irrational, the more you loved someone or something, the less sense anything made :) . Saya sangat mengidolakan MU karena prestasi, sejarah mereka dan tentu saja pemain-pemainnya yang keren-keren hehehe ^:)^. Keinginan saya untuk bertemu langsung dengan mereka di Indonesia sudah di depan mata tapi tiba-tiba semua impian itu musnah karena bom yang meledak di hotel JW Marriot dan Ritz Charlton, Oh My Godnesssssss...what a nightmare!!! :(( :-O

Kalau hasrat saya ke UK karena ingin sekolah Master dan kecintaan saya akan MU :, lalu bagaimana dengan orang lain? Tidak usah ragu, bagi pencinta karya sastra pasti tidak asing lagi dengan Agatha Christie, Jane Austen, J. R. R. Tolkien dengan karya The Lord of The Rings nya, J.K. Rowling dengan karya fenomenalnya Harry Potter, C.S Lewis dengan The Chronicles of Narnia, and last but not least William Shakespeare si pemilik cerita fenomenal Romeo-Juliet, dll. Lalu bagaimana dengan karya musik? tidak diragukan lagi ada The Beatles sang legenda, Quenn, Bee Gees, The Rolling Stones, Elton John, Spice Girls, Coldplay, dll. Tentu jika dapat mengunjungi negerinya David Beckham ini, tidak lengkap rasanya jika belum mengunjungi tempat-tempat yang unik dan sudah terkenal seperti Istana Buckingham, Big Ben, London Eye, Westminster Abey, Christ Church, Wembley Stadium, Madame Tussaud, dll hmmmmm sound interesting...at least in my point of view, don't you agree that?

Sudah sejak lama saya memendam ketertarikan saya untuk mengunjungi Inggris terutamauntuk melanjutkan studi lanjut saya dengan mengambil gelar Master di bidang Engineering, selain tidak dipusingkan oleh masalah bahasa karena merupakan bahasa internasional, adabanyak informasi menarik yang tersedia di internet salah satunya lewat British Counsil yang sangat mudah diakses sehingga saya bisa memperoleh informasi lebih lanjut tentang sistempendidikan di UK, dan yang paling penting adalah semakin terbukanya peluang untuk meraihbeasiswa untuk belajar di UK. So, UK tunggu saya yach....saya akan berjuang...


*Tulisan ini diikutsertakan dalam Kompetisi Blog EducationUK dengan tema : ‘Jika kamumemutuskan belajar di Inggris, kira-kira apa sih motivasi dan alasannya?’

Wednesday, September 9, 2009

Indonesia ku, Indonesia mu, Indonesia kita

Merunut beberapa peristiwa yang terjadi belakangan ini, semakin membuat saya menyadari betapa kayanya negeri ini. Peristiwa Tari Pendet asal Bali yang muncul di video buatan negeri seberang benar-benar membuat negeri ini mengamuk, bagaimana tidak, Tari Pendet hanya salah satu dari harta negeri ini yang terus berusaha di curi negeri lain, masih banyak warisan budaya negeri ini yang terancam di curi, ini membuktikan bahwa negeri ini negeri yang kaya akan keanekaragaman. Bayangkan saja Indonesia punya lebih dari 17.000 pulau, tidak akan sanggup dijelajahi dalam waktu setahun, keindahan daratan, pegunungan, lautan bahkan alam perut bumi dan alam bawah laut yang sangat menakjubkan dan sudah diakui di dunia. Sudah seharusnya kita bersyukur dan berbangga menjadi warga Indonesia karena negeri ini menawarkan keindahan yang tiada taranya. Saya jadi ingat suatu lagu yang menggambarkan betapa Tuhan sangat mengasihi bangsa ini lewat lagu "Betapa kita tidak bersyukur"

Betapa kita tidak bersyukur
Bertanah air kaya dan subur
Lautnya luas gunungnya megah
Menghijau padang, bukit dan lembah

Reff:
Itu semua berkat karunia
Allah yang Agung Mahakuasa
Itu semua berkat karunia
Allah yang Agung Mahakuasa

Alangkah indah pagi merekah
Bermandi cahaya surya nan cerah
Ditingkah kicau burung tak henti
Bungapun bangkit harum berseri---Reff

Bumi yang hijau langitnya terang
Berpadu dalam warna cemerlang
Indah jelita damai dan teduh
Persada kita jaya dan teguh---Reff

Jika merenungkan makna lagu ini, maka Indonesia sungguh beruntung, memperoleh semuanya, sungguh suatu anugerah. Di samping keindahan bumi nusantara, kita juga sering jatuh dalam keterpurukan, ada kemiskinan, ada kebodohan, ada bencana alam, ada bom, dll, namun kita mesti belajar dari jatuh bangunnya negeri ini. Masih ingat peristiwa yang cukup menggetarkan negeri ini? Saat JW Marriot dan Ritz Charlton di bom oleh orang-orang yang tidak berperikemanusiaan, seketika itu juga citra negeri ini tercoreng di mata dunia, di saat kita merasa bahwa negeri ini sudah semakin baik hari demi hari, sekali lagi kita jatuh, tapi apakah kita hancur? Tidak! Karena lewat peristiwa inilah muncul suatu gerakan yang menamakan diri IndonesiaUnite, dengan slogan "Kami Tidak Takut", memori Sumpah Pemuda 1928 seperti terulang kembali. Saya percaya saat ini IndonesiaUnite telah menyatukan kita, bangsa Indonesia dari berbagai suku, ras, golongan, agama, budaya, tingkat sosial, dll menjadi satu kesatuan yang memiliki semangat untuk bangkit dari keterpurukan...Betapa indahnya perbedaannya, karena dari perbedaan itulah kita menjadi bangsa yang besar. Upaya-upaya untuk memperbaiki citra diri terus di lakukan, masih terekam dengan jelas dalam ingatan saya, perayaan tujuh belasan yang lalu, rekor penyelaman lewat Sail Bunaken 2009 yang diikuti oleh 2864 orang, upacara dalam perut bumi di Gua Jomlang, Jawa tengah, pendakian puncak Elbrus di Rusia, raihan medali-medali di berbagai ajang olimpiade internasional seperti Matematika, Fisika, Biologi, dll. Semuanya demi Merah-Putih, semuanya demi Indonesia tercinta.

Ini semua akan menjadi hancur dan sia-sia jika kita sebagai warga negara tidak menjaga dan melestarikan negeri demi kelangsungan hidup berbangsa, mari kita jaga dan lestarikan negeri ini demi Indonesia ku, Indonesia mu, Indonesia kita.

Proud To Be Indonesian! Bangga Menjadi Indonesia!

*Lagu Betapa Kita Tidak Bersyukur diambil dari Kidung Jemaat No. 337
*Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Menulis Pesta Blogger 2009

Wednesday, June 10, 2009

KOMODO, New 7 Wonders of Nature? Why Not?!

Jika Hollywood punya film Jurassic Park yang memperlihatkan hewan Dinosaurus maka Indonesia patut berbangga hati karena memiliki satwa langka di dunia, Komodo, atau biawak komodo (Varanus komodoensis), merupakan species kadal terbesar di dunia yang hanya ada di Pulau Komodo, Rinca, Flores, Gili Motang dan Gili Dasami di Nusa Tenggara Timur (NTT). Habitat komodo di alam bebas telah menyusut akibat aktivitas manusia, oleh karena itu International Union for Conservation of Nature and Natural Resources (IUCN) memasukkan komodo sebagai spesies yang rentan terhadap kepunahan. Komodo kini dilindungi oleh peraturan pemerintah Indonesia dan sebuah taman nasional, yaitu Taman Nasional Komodo.

Saya pribadi belum pernah mengunjungi Taman Nasional Komodo karena sepengatahuan saya komodo merupakan satwa yang termasuk dalam kategori buas sehingga hal ini membuat saya takut berwisata ke sana padahal saya penduduk asal NTT, provinsi dimana terletak satwa tersebut. Di samping itu lumayan besarnya biaya yang harus dikeluarkan untuk menuju kesana membuat saya enggan kesana apalagi kurangnya promosi mengenai Komodo.

Namun, terima kasih kepada media TV yang sudah menayangkan acara-acara wisata ke Taman Nasional Komodo sehingga membangkitkan keingingan/keberanian saya untuk wisata kesana, tapi entah kapan, semoga saja bisa dapat kesempatan itu. Hal ini didukung pula dengan beberapa bulan belakangan ini tersebar ajakan di milis-milis dan media elektronik lainnya untuk mendukung Taman Nasional Komodo sebagai salah satu dari tujuh keajaiban dunia…WOW…tentu saja hal ini tidak saya sia-siakan, sebagai warga negara Indonesia dan asal NTT tentu saja saya sangat mendukung hal ini. Karena itu jika anda mengaku orang Indonesia, sudah seharusnya anda mendukung program ini sehingga Taman Nasional Komodo bisa terdaftar dalam New 7 Wonders of Nature, jadi jangan ragu-ragu, silakan vote di http://www.new7wonders.com/nature/en/vote_on_nominees/

Ref. :

* Tulisan ini diikutsertakan untuk Bubu Awards http://www.bubuawards.com/


Tuesday, March 31, 2009

"3G ala Gue"

3G ala gue? Apaan tuch? Third-Generation Technology? Bukan, itu istilah di bidang teknologi telepon nirkabel (wireless). Lantas apa dong 3G ala gue?
Entah kenapa Senin malam kemarin, dalam tidur, gue bermimpi tentang Gold, Glory, Gospel. Hmmmm....lalu teringat kalau 3G versi ini adalah semboyan bangsa-bangsa barat saat datang ke Asia dan yang paling gue ingat adalah ini juga salah tujuannya VOC (Vereenigde Oost indische Compagnie) yang notabene belongs to Belanda :) yang ingin memonopoli perdagangan di Asia. Nggak tahu juga kenapa gue mimpi hal ini, mungkin karena impian untuk memenangkan summer course di Belanda yang diadain oleh Neso Indonesia dan Dagdigdug jadi sampai terbawa-bawa ke alam mimpi (ngareppppp banget nggak sich??? )
Apapun itu yang pasti 3G menurut gue adalah "Get up and Go for Global community ticket". Kok bisa??? Mau bergabung dengan Global community??? Get up from your dream, Go to make it happen!!!
Apa mimpimu? Sekolah di luar negeri? Ke Belanda? Why not? Ada banyak cara untuk mewujudkan mimpi, salah satunya ikutan lomba Kompetiblog :)
Kenapa harus Belanda??
Check this out:

*Tulisan ini diikutsertakan untuk Kompetiblog http://kompetiblog.studidibelanda.com/

Friday, March 20, 2009

I Hate Cigarette


I hate cigarette, mungkin itu kata yang paling tepat untuk menggambarkan ketidaksukaanku akan benda tersebut (sorry buat para penikmat rokok :) ) karena menurutku tidak ada untungnya sama sekali menjadi perokok atau perokok pasif, hanya merusak kesehatan perokok dan orang-orang di sekitarnya bahkan juga merusak lingkungan. Baru aja beberapa hari lalu aku posting tentang "Bumi Makin Panas" , let's save the earth yang salah satu caranya (at least menurut aku) adalah dengan cara 'do not smoke' eh...ternyata aku baru tahu kalau ada event "Djarum Black Blog Competition", aku memutuskan untuk ikut walau akhirnya mungkin tidak akan digubris oleh penyelenggaranya karena ternyata yang mengadakan Djarum :) but I don't care.

Diluar ketidaksukaanku akan rokok ada beberapa hal yang membuatku respect terhadap Djarum misalnya sering sekali mensponsori event-event olahraga atau tayangan sport di televisi, memberikan beasiswa Djarum, adanya program televisi Black In News yang menyajikan berbagai info menarik dan yang paling keren adalah dengan mengadakan Djarum Black Innovation Award, suatu kompetisi yang merupakan ajang unjuk kebolehan menciptakan alat-alat dengan kreatifitas tingkat tinggi sehingga alat-alat tersebut berguna bagi semua orang.

Pilihan ada pada anda, mau merokok atau hidup sehat???

*Tulisan ini diikutsertakan untuk Djarum Black Blog Competition http://www.autoblackthrough.com/blogcompetition/

Wednesday, March 18, 2009

“Studi di Belanda, ticket to a global community”

Saya pribadi belum pernah berkunjung ke Eropa apalagi ke Belanda, tetapi Belanda merupakan salah satu negara tujuan utama saya untuk menggapai impian saya mengambil sekolah tingkat lanjut atau S2 di bidang Electrical Engineering. Ada banyak alasan mengapa Belanda menjadi pilihan utama saya atau mungkin orang-orang yang haus akan ilmu memilih Belanda misalnya Belanda merupakan negara non berbahasa Inggris yang pertama kali menawarkan program studi internasional atau berbahasa Inggris, itu artinya sistem pendidikan di Belanda mempermudah para pelajar dalam hal bahasa dan sudah mempersiapkan para alumninya untuk "go international" atau siap bersaing di dunia internasional. Sebagai negara yang multikultural, tentunya Belanda merupakan pintu gerbang bagi berkolaborasinya budaya-budaya di dunia apalagi bersebelahan dengan German dan Belgia serta beberapa negara tetangga lainnya, membuat para penggila traveling akan merasa "sekali mendayung, dua tiga pulau terselami". Selain teknologi dan riset yang berkembang pesat, Belanda yang juga dikenal dengan sebutan Negeri Kincir Angin dan Orange ini tentunya memiliki ikatan emosional dengan Indonesia karena mereka 'pernah ada' di Indonesia selama 3.5 abad. Wow....waktu yang sangat lama untuk dapat 'tinggal' di suatu negara.
Saya jadi ingat sejarah tentang Politik Balas Budi yang di prakarsai oleh Pieter Brooshooft dan C. Th. van Defenter, yang kemudian ditegaskan oleh Ratu Wilhelmina dengan Trias Politika. Adapun isi dari Trias Politika adalah :
  1. Irigasi (pengairan), membangun dan memperbaiki pengairan-pengairan dan bendungan untuk keperluan pertanian
  2. Emigrasi yakni mengajak penduduk untuk transmigrasi
  3. Memperluas dalam bidang pengajaran dan pendidikan (edukasi)
Terlepas dari pro dan kontra nya terhadap politik ini, Trias Politika no.3 memiliki arti penting bagi Indonesia. Mungkin dengan adanya politik ini, kita bangsa Indonesia memiliki kesempatan yang cukup banyak untuk studi di Belanda bahkan dengan beasiswa, salah satunya adalah yang sudah diprakarsai oleh NESO Indonesia. Jadi kenapa harus ragu studi di Belanda?

I LOVE ORANGE!!!

Referensi: